<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5760115421617015623</id><updated>2009-09-24T08:58:36.572+07:00</updated><title type='text'>Menjawab Faith Freedom Indonesia</title><subtitle type='html'>Situs ini dibuat untuk menjawab kesalahpahaman, tuduhan dan fitnahah terhadap islam dalam forum diskusi Faith Freedom Indonesia. Sungguh disayangkan forum yang seharusnya bebas dalam berkeyakinan dan saling menyampaikan keyakinan masing-masing dalam kerangka saling menghormati dan adil berubah menjadi ajang penghujatan terhadap islam saja, islam jadi "tertuduh". Semoga situs ini menjawab "kebusukan" FFI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://menjawabffi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5760115421617015623/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menjawabffi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>r_moslem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01690412741382982974</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>1</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5760115421617015623.post-7160266822278629621</id><published>2007-02-19T05:21:00.000+07:00</published><updated>2007-02-20T07:30:34.930+07:00</updated><title type='text'>Aisyah tidak berumur 7 tahun</title><content type='html'>&lt;span class="rvts8"&gt;Beberapa hadist (tradisi Nabi) yang menceritakan mengenai umur  Aisyah pada saat pernikahannya dengan Nabi, hadist-hadist tersebut sangat  bermasalah. Saya akan menyajikan beberapa bukti melawan khayalan yang  diceritakan Hisham ibnu `Urwah dan untuk membersihkan nama Nabi dari sebutan  seorang tua yang tidak bertanggung jawab yang menikahi gadis polos berumur 7  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #1:  Pengujian Terhadap Sumber&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebagian besar riwayat yang menceritakan hal ini yang tercetak di  hadist yang semuanya diriwayatkan hanya oleh Hisham ibn `Urwah, yang mencatat  atas otoritas dari bapaknya, yang mana seharusnya minimal 2 atau 3 orang harus  mencatat hadist serupa juga. Adalah aneh bahwa tak ada seorangpun yang di  Medinah, dimana Hisham ibn `Urwah tinggal, sampai usia 71 tahun baru  menceritakan hal ini, disamping kenyataan adanya banyak murid-murid di Medinah  termasuk yang kesohor Malik ibn Anas, tidak menceritakan hal ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Asal dari riwayat ini adalah dari orang-orang Iraq, di  mana Hisham tinggal disana dan pindah dari Medinah ke Iraq pada usia tua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tehzibu'l-Tehzib, salah satu  buku yang cukup terkenal yang berisi catatan para periwayat hadist, menurut  Yaqub ibn Shaibah mencatat : " Hisham sangatbisa dipercaya, riwayatnya dapat  diterima, kecuali apa-apa yang dia ceritakan setelah pindah ke Iraq "  (Tehzi'bu'l-tehzi'b, Ibn Hajar Al-`asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, 15th  century. Vol 11, p.50).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam pernyataan lebih lanjut bahwa Malik ibn Anas menolak riwayat  Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq: " Saya pernah diberi tahu bahwa Malik  menolak riwayat Hisham yang dicatat dari orang-orang Iraq" (Tehzi'b u'l-tehzi'b,  IbnHajar Al- `asqala'ni, Dar Ihya al-turath al-Islami, Vol.11, p. 50).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Mizanu'l-ai`tidal, buku lain  yang berisi uraian riwayat hidup pada periwayat hadist Nabi saw mencatat:  "Ketika masa tua, ingatan Hisham mengalami kemunduran yang mencolok"  (Mizanu'l-ai`tidal, Al-Zahbi, Al-Maktabatu'l-athriyyah, Sheikhupura, Pakistan,  Vol. 4, p. 301).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;KESIMPULAN: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;berdasarkan referensi ini,  Ingatan Hisham sangatlah buruk dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;riwayatnya  setelah pindah ke Iraq sangat tidak bisa dipercaya, sehingga riwayatnya mengenai  umur pernikahan Aisyah adalah tidak kredibel.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KRONOLOGI: Adalah vital untuk mencatat  dan mengingat tanggal penting dalam sejarah Islam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Pra-610 M: Jahiliyah (pra-Islamic era)  sebelum turun wahyu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;610 M: turun wahyu pertama Abu  Bakr menerima Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;613 M: Nabi Muhammad mulai  mengajar ke Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;615 M: Hijrah ke  Abyssinia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;616 M: Umar bin al Khattab menerima  Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;620 M: dikatakan Nabi meminang Aisyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;622 M: Hijrah ke Yathrib, kemudian dinamai Medina&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;623/624 M: dikatakan Nabi saw berumah tangga dengan  Aisyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #2:  Meminang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  Tabari (juga menurut Hisham ibn `Urwah, Ibn Hunbal and Ibn Sad), Aisyah dipinang  pada usia 7 tahun dan mulai berumah tangga pada usia 9 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tetapi, di bagian lain, Al-Tabari  mengatakan: "Semua anak Abu Bakr (4 orang) dilahirkan pada masa jahiliyahh dari  2 isterinya " (Tarikhu'l-umam wa'l-mamlu'k, Al-Tabari (died 922), Vol. 4,p. 50,  Arabic, Dara'l-fikr, Beirut, 1979).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika Aisyah dipinang 620M (Aisyah umur  7 tahun) dan berumah tangga tahun 623/624 M (usia 9 tahun), ini mengindikasikan  bahwa Aisyah dilahirkan pada 613 M. Sehingga berdasarkan tulisan Al- Tabari,  Aisyah seharusnya dilahirkan pada 613M, Yaitu 3 tahun sesudah masa Jahiliyahh  usai (610 M).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tabari  juga menyatakan bahwa Aisyah dilahirkan pada saat Jahiliyah. Jika Aisyah  dilahirkan pada era Jahiliyah, seharusnya minimal Aisyah berumur 14 tahun ketika  dinikah. Tetapi intinya Tabari mengalami kontradiksi dalam  periwayatannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Al-Tabari tak reliable mengenai umur Aisyah ketika  menikah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti # 3:  Umur Aisyah jika dihubungkan dengan umur Fatimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Hajar, "Fatima dilahirkan  ketika Ka`bah dibangun kembali, ketika Nabi saw berusia 35 tahun... Fatimah 5  tahun lebih tua dari Aisyah" (Al-isabah fi tamyizi'l-sahabah, Ibn Hajar  al-Asqalani, Vol. 4, p. 377, Maktabatu'l-Riyadh al-haditha,  al-Riyadh,1978).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika  Statement Ibn Hajar adalah factual, berarti Aisyah dilahirkan ketika Nabi  berusia 40 tahun. Jika Aisyah dinikahi Nabi pada saat usia Nabi 52 tahun, maka  usia Aisyah ketika menikah adalah 12 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Ibn Hajar, Tabari, Ibn  Hisham, dan Ibn Humbal kontradiksi satu sama lain. Tetapi tampak nyata bahwa  riwayat Aisyah menikah usia 7 tahun adalah mitos tak berdasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #4: Umur Aisyah dihitung dari  umur Asma'&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd: "Asma lebih tua 10 tahun dibanding Aisyah (Siyar  A`la'ma'l-nubala', Al-Zahabi, Vol. 2, p. 289, Arabic, Mu'assasatu'l-risalah,  Beirut, 1992).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  Ibn Kathir: "Asma lebih tua 10 tahun dari adiknya [Aisyah]" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;(Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8, p. 371,Dar al-fikr  al-`arabi, Al-jizah, 1933).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Kathir: "Asma melihat pembunuhan anaknya pada tahun 73  H, dan 5 hari kemudian Asma meninggal. Menurut iwayat lainya, dia meninggal 10  atau 20 hari kemudian, atau beberapa hari lebih dari 20 hari, atau 100 hari  kemudian. Riwayat yang paling kuat adalah 100 hari kemudian. Pada waktu Asma  Meninggal, dia berusia 100 tahun" (Al-Bidayah wa'l-nihayah, Ibn Kathir, Vol. 8,  p. 372, Dar al-fikr al-`arabi, Al- jizah, 1933)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut Ibn Hajar Al-Asqalani: "Asma  hidup sampai 100 tahun dan meninggal pada 73 or 74 H." (Taqribu'l-tehzib, Ibn  Hajar Al-Asqalani,p. 654, Arabic, Bab fi'l-nisa', al-harfu'l-alif,  Lucknow).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  sebagaian besar ahli sejarah, Asma, Saudara tertua dari Aisyah berselisih usia  10 tahun. Jika Asma wafat pada usia 100 tahun dia tahun 73 H, Asma seharusnya  berusia 27 atau 28 tahun ketika hijrah 622M).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jika Asma berusia 27 atau 28 tahun  ketika hijrah (ketika Aisyah berumah tangga), Aisyah seharusnya berusia 17 atau  18 tahun. Jadi, Aisyah, berusia 17 atau 18 tahun ketika hijrah pada taun dimana  Aisyah berumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Berdasarkan Hajar, Ibn Katir, and Abda'l-Rahman ibn abi zanna'd,  usia Aisyah ketika beliau berumah tangga dengan Rasulullah adalah 19 atau 20  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam bukti #  3, Ibn Hajar memperkirakan usia Aisyah 12 tahun dan dalam bukti #4 Ibn Hajar  mengkontradiksi dirinya sendiri dengan pernyataannya usia Aisyah 17 atau 18  tahun. Jadi mana usia yang benar ? 12 atau 18..?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Ibn Hajar tidak valid dalam  periwayatan usia Aisyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #5: Perang BADAR dan UHUD&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah riwayat mengenai partisipasi  Aisyah dalam perang Badr dijabarkan dalam hadist Muslim, (Kitabu'l-jihad  wa'l-siyar, Bab karahiyati'l-isti`anah fi'l-ghazwi bikafir). Aisyah, ketika  menceritakan salah satu moment penting dalam perjalanan selama perang Badar,  mengatakan: "ketika kita mencapai Shajarah". Dari pernyataan ini tampak jelas,  Aisyah merupakan anggota perjalanan menuju Badar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah riwayat mengenai pastisipasi  Aisyah dalam Uhud tercatat dalam Bukhari (Kitabu'l-jihad wa'l-siyar, Bab  Ghazwi'l-nisa' wa qitalihinnama`a'lrijal): "Anas mencatat bahwa pada hari Uhud,  Orang-orang tidak dapat berdiri dekat Rasulullah. [pada hari itu,] Saya melihat  Aisyah dan Umm-i-Sulaim dari jauh, Mereka menyingsingkan sedikit pakaian-nya  [untuk mencegah halangan gerak dalam perjalanan tsb]." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Lagi-lagi, hal ini menunjukkan bahwa  Aisyah ikut berada dalam perang Uhud dan Badr.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Diriwayatkan oleh Bukhari  (Kitabu'l-maghazi, Bab Ghazwati'l-khandaq wa hiya'l-ahza'b): "Ibn `Umar  menyatakan bahwa Rasulullah tidak mengijinkan dirinya berpastisispasi dalam  Uhud, pada ketika itu, Ibnu Umar berusia 14 tahun. Tetapi ketika perang Khandaq,  ketika berusia 15 tahun, Nabi mengijinkan Ibnu Umar ikut dalam perang  tsb."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Berdasarkan  riwayat diatas, (a) anak-anak berusia dibawah 15 tahun akan dipulangkan dan  tidak diperbolehkan ikut dalam perang, dan (b) Aisyahikut dalam perang badar dan  Uhud&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Aisyah ikut dalam perang Badar dan Uhud jelas mengindikasikan bahwa beliau tidak  berusia 9 tahun ketika itu, tetapi minimal berusia 15 tahun. Disamping itu,  wanita-wanita yang ikut menemani para pria dalam perang sudah seharusnya  berfungsi untuk membantu, bukan untuk menambah beban bagi mereka. Ini merupakan  bukti lain dari kontradiksi usia pernikahan Aisyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;BUKTI #6: Surat al-Qamar  (Bulan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut  beberapa riwayat, Aisyah dilahirkan pada tahun ke delapan sebelum hijriyah.  Tetapi menurut sumber lain dalam Bukhari, Aisyah tercatat mengatakan hal ini:  "Saya seorang gadis muda(jariyah dalam bahasa arab)" ketika Surah Al-Qamar  diturunkan(Sahih Bukhari, Kitabu'l-tafsir, Bab Qaulihi Bal al-sa`atu Maw`iduhum  wa'l-sa`atu adha' wa amarr).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Surat 54 dari Quran diturunkan pada tahun ke delapan sebelum  hijriyah(The Bounteous Koran, M.M. Khatib, 1985), menunjukkan bahwa surat tsb  diturunkan pada tahun 614 M. jika Aisyah memulai berumahtangga dengan Rasulullah  pada usia 9 di tahun 623 M or 624 M, Aisyah masih bayi yang baru lahir (sibyah  in Arabic) pada saat Surah Al-Qamar diturunkan. Menurut riwayat diatas, secara  aktual tampak bahwa Aisyah adalah gadis muda, bukan bayi yang baru lahir  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;ketika pewahyuan Al-Qamar. Jariyah berarti gadis  muda yang masih suka bermain (Lane's Arabic English Lexicon). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Jadi, Aisyah, telah menjadi jariyah  bukan sibyah (bayi), jadi telah berusia 6-13 tahun pada saat turunnya surah  Al-Qamar, dan oleh karena itu sudah pasti berusia 14-21 tahun ketika dinikah  Nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Riwayat ini juga mengkontra riwayat pernikahan Aisyah yang berusia 9  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #7:  Terminologi bahasa Arab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Menurut riwayat dari Ahmad ibn Hanbal, sesudah meninggalnya isteri  pertama Rasulullah, Khadijah, Khaulah datang kepada Nabi dan menasehati Nabi  untuk menikah lagi, Nabi bertanya kepadanya tentang pilihan yang ada di pikiran  Khaulah. Khaulah berkata: "Anda dapat menikahi seorang gadis (bikr) atau seorang  wanita yang pernah menikah (thayyib)". Ketika Nabi bertanya tentang identitas  gadis tersebut (bikr), Khaulah menyebutkan nama Aisyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Bagi orang yang paham bahasa Arab akan  segera melihat bahwa kata bikr dalam bahasa Arab tidak digunakan untuk gadis  belia berusia 9 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kata yang tepat untuk gadis belia yang masih suka bermain-main  adalah, seperti dinyatakan dimuka, adalah jariyah. Bikr disisi lain, digunakan  untuk seorang wanita yang belum menikah serta belum punya pertautan pengalaman  dengan pernikahan, sebagaimana kita pahami dalam bahasa Inggris "virgin". Oleh  karena itu, tampak jelas bahwa gadis belia 9 tahun bukanlah "wanita" (bikr)  (Musnad Ahmad ibn Hanbal, Vol. 6, p. .210,Arabic, Dar Ihya al-turath&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;al-`arabi, Beirut).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kesimpulan: Arti literal dari kata,  bikr (gadis), dalam hadist diatas adalah "wanita dewasa yang belum punya  pengalaman sexual dalam pernikahan." Oleh karena itu, Aisyah adalah seorang  wanita dewasa pada waktu menikahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #8. Text Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Seluruh muslim setuju bahwa Quran  adalah buku petunjuk. Jadi, kita perlu mencari petunjuk dari Qur'an untuk  membersihkan kabut kebingungan yang diciptakan oleh para periwayat pada periode  klasik Islam mengenai usia Aisyah dan pernikahannya. Apakah Quran mengijinkan  atau melarang pernikahan dari gadis belia berusia 7 tahun?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tak ada ayat yang secara eksplisit  mengijinkan pernikahan seperti itu. Ada sebuah ayat, yang bagaimanapun, yang  menuntun muslim dalam mendidik dan memperlakukan anak yatim. Petunjuk Qur'an  mengenai perlakuan anak Yatim juga valid diaplikasikan ada anak kita sendiri  sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Ayat tersebut  mengatakan : Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna  akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai  pokok kehidupan. Berilah mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan  ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang baik. (Qs. 4:5) Dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Kemudian jika menurut  pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah  kepada mereka harta-hartanya. ?? (Qs. 4:6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam hal seorang anak yang ditingal  orang tuanya, Seorang muslim &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;diperintahkan untuk  (a) memberi makan mereka, (b) memberi pakaian, (c) mendidik mereka, dan (d)  menguji mereka thd kedewasaan "sampai usia menikah" sebelum mempercayakan mereka  dalam pengelolaan keuangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Disini, ayat Qur'an menyatakan tentang butuhnya bukti yang teliti  terhadap tingkat kedewasaan intelektual dan fisik melalui hasil test yang  objektif sebelum memasuki usia nikah dan untuk mempercayakan pengelolaan  harta-harta kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dalam ayat yang sangat jelas diatas, tidak ada seorangpun dari  muslim yang bertanggungjawab akan melakukan pengalihan pengelolaan keuangan pada  seorang gadis belia berusia 7 tahun. Jika kita tidak bisa mempercayai gadis  belia berusia 7 tahun dalam pengelolaan keuangan, Gadis tersebut secara tidak  memenuhi syarat secara intelektual maupun fisik untuk menikah. Ibn Hambal  (Musnad Ahmad ibn Hambal, vol.6, p. 33 and 99) menyatakan bahwa Aisyah yang  berusia 9 tahun lebih tertarik untuk bermain dengan mainannya daripada mengambil  tugas sebagai isteri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Oleh karena itu sangatlah sulit untuk mempercayai, bahwa Abu  Bakar,seorang tokoh muslim, akan menunangkan anaknya yang masih belia berusia 7  taun dengan Nabi yang berusia 50 tahun.. Sama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;sulitnya untuk membayangkan bahwa Nabi menikahi seorang gadis belia  berusia 7 tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Sebuah tugas penting lain dalam menjaga anak adalah mendidiknya.  Marilah kita memunculkan sebuah pertanyaan,"berapa banyak di antara kita yang  percaya bahwa kita dapat mendidik anak kita dengan hasil memuaskan sebelum  mereka mencapai usia 7 atau 9 tahun?" Jawabannya adalah Nol besar.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Logika kita berkata,  adalah tidak mungkin tugas mendidik anak kita dengan memuaskan sebelum mereka  mencapai usia 7 tahun, lalu bagaimana mana mungkin kita percaya bahwa Aisyah  telah dididik secara sempurna pada usia 7 tahun seperti diklaim sebagai usia  pernikahannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Abu  Bakr merupakan seorang yang jauh lebih bijaksana dari kita semua, Jadi dia akan  merasa dalam hatinya bahwa Aisyah masih seorang anak-anak yang belum secara  sempurna sebagaimana dinyatakan Qur'an. Abu Bakar tidak akan menikahkan Aisyah  kepada seorangpun. Jika sebuah proposal pernikahan dari gadis belia dan belum  terdidik secara memuaskan datang kepada Nabi, Beliau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;akan menolak dengan tegas karena itu menentang hukum-hukum  Quran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN:  Pernikahan Aisyah pada usia 7 tahun akan menentang hukum kedewasaan yang  dinyatakan Quran. Oleh karena itu, Cerita pernikahan Aisyah gadis belia berusia  7 tahun adalah mitos semata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts11"&gt;Bukti #9: Ijin dalam pernikahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Seorang wanita harus ditanya dan  diminta persetujuan agar pernikahan yang dia lakukan menjadi syah (Mishakat al  Masabiah, translation by James Robson, Vol. I, p. 665). Secara Islami,  persetujuan yang kredible dari seorang wanita merupakan syarat dasar bagi  kesyahan sebuah pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Dengan mengembangkan kondisi logis ini, persetujuan yang diberikan  oleh gadis belum dewasa berusia 7 tahun tidak dapat diautorisasi sebagai  validitas sebuah pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Adalah tidak terbayangkan bahwa Abu Bakr, seorang laki-laki yang  cerdas, akan berpikir dan mananggapi secara keras tentang persetujuan pernikahan  gadis 7 tahun (anaknya sendiri) dengan seorang laki-laki berusia 50  tahun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Serupa dengan  ini, Nabi tidak mungkin menerima persetujuan dari seorang gadis yang menurut  hadith dari Muslim, masih suka bermain-main dengan bonekanya ketika berumah  tangga dengan Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;KESIMPULAN: Rasulullah tidak menikahi gadis berusia 7 tahun karena  akan tidak memenuhi syarat dasar sebuah pernikahan islami tentang klausa  persetujuan dari pihak isteri. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan Nabi  menikahi Aisyah seorang wanita yang dewasa secara intelektual maupun  fisik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Summary:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Tidak ada tradisi Arab untuk menikahkan anak perempuan  atau laki-laki yang berusia 9 tahun, Demikian juga tidak ada pernikahan  Rasulullah SAW dan Aisyah ketika berusia 9 tahun. Orang-orang arab tidak pernah  keberatan dengan pernikahan seperti ini, karena ini tak pernah terjadi  sebagaimana isi beberapa riwayat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;br /&gt;Jelas nyata, riwayat pernikahan Aisyah pada usia 9 tahun oleh Hisham  ibn `Urwah tidak bisa dianggap sebagai kebenaran, dan kontradisksi dengan  riwayat-riwayat lain. Lebih jauh, tidak ada alasan yang nyata untuk menerima  riwayat Hisham ibn `Urwah sebagai kebenaran ketika para pakar lain, termasuk  Malik ibn Anas, melihat riwayat Hisham ibn `Urwah selama di Iraq adalah tidak  reliable. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Pernyataan  dari Tabari, Bukhari dan Muslim menunjukkan mereka kontradiksi satu sama lain  mengenai usia menikah bagi Aisyah. Lebih jauh, beberapa pakar periwayat  mengalami internal kontradiksi dengan riwayat-riwayatnya sendiri. Jadi, riwayat  usia Aisyah 9 tahun ketika menikah adalah tidak reliable karena adanya  kontradiksi yang nyata pada catatan klasik dari pakar sejarah Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Oleh karena itu, tidak ada  alasan absolut untuk menerima dan mempercayai usia Aisyah 9 tahun ketika menikah  sebagai sebuah kebenaran disebabkan cukup banyak latar belakang untuk menolak  riwayat tsb dan lebih layak disebut sebagai mitos semata. Lebih jauh, Qur'an  menolak pernikahan gadis dan lelaki yang belum dewasa sebagaimana tidak layak  membebankan kepada mereka tanggung jawab-tanggung jawab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Note: The Ancient Myth Exposed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;By T.O. Shanavas , di Michigan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts12"&gt;©&lt;/span&gt;&lt;span class="rvts8"&gt; 2001 Minaret&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;from The Minaret Source: http://www.iiie.net/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="rvts8"&gt;Diterjemahkan oleh : Cahyo  Prihartono&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diedit oleh : Armansyah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5760115421617015623-7160266822278629621?l=menjawabffi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://menjawabffi.blogspot.com/feeds/7160266822278629621/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=5760115421617015623&amp;postID=7160266822278629621' title='26 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5760115421617015623/posts/default/7160266822278629621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5760115421617015623/posts/default/7160266822278629621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://menjawabffi.blogspot.com/2007/02/aisyah-tidak-berumur-7-tahun.html' title='Aisyah tidak berumur 7 tahun'/><author><name>r_moslem</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01690412741382982974</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='08378846667025314799'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>26</thr:total></entry></feed>